Essential oil merupakan sebuah minyak ekstraksi yang dihasilkan dari beberapa komponen organik tumbuhan yang meliputi, bunga, biji, akar, daun hingga buahnya dengan berbagai manfaat untuk kesehatan yang efektif.

Salah satu essential oil yang sering digunakan untuk penyembuhan disebut dengan minyak aromaterapi, yang mana untuk cara perawatannya bisa dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya bisa memperbaiki secara fisik akan tapi juga dapat memperbaiki keadaan seseorang secara mental maupun emosional.

Selain bisa dimanfaatkan sebagai sarana penyembuhan, essential oil ini juga memiliki sifat multi fungsi, dimana kamu bisa menggunakannya sebagai sarana untuk relaksasi, perawatan kulit, pembersih udara dari virus dan bakteri hingga dapat digunakan sebagai pembersih perabotan rumah tangga.

Nah, berbicara tentang proses cara pembuatannya, essential oil bisa didapatkan melalui beberapa metode antara lain seperti distilasi merupakan metode paling mudah pembuatannya, cold proses adalah metode sedang, hingga absolut yang merupakan proses metode paling sulit dan juga lama.

Untuk proses pembuatan absolut ini biasanya diterapkan untuk ekstraksi bunga-bunga premium seperti bunga mawar, melati dan sedap malam. Alasannya karena prosesnya yang cukup panjang dan membutuhkan bahan baku yang tidak sedikit pula.

Jadi, jangan percaya jika ada yang menawarkan essential oil dari bunga-bunga premium dengan harga yang cukup murah. Sebagai contoh, untuk bisa menghasilkan 1000 ml essential oil maka akan membutuhkan sekitar 4 ton bahan dasar bunga-bunga, jadi kamu sudah bisa paham kalau harga rose essential oil sebesar 1 ml memiliki harga berkisar 10 euro.

Berhubung harga dari setiap essential oil tidak murah, maka tidak ada salahnya jika kamu membuat essential oil sendiri dengan bahan yang mudah untuk didapatkan di sekitar lingkungan rumahmu. Berikut adalah cara membuat essential oil dengan menggunakan metode distilasi (paling mudah), terutama untuk pembuatan minyak esensial aromatik.

Sebelum kamu mencoba untuk membuat essential oil sendiri, maka sebaiknya pahami terlebih dahulu tujuan dari minyak ekstraksi dibuat.

Jika pemanfaatannya digunakan untuk kosmetik, maka minyak dasar yang bisa dipakai adalah dengan menggunakan minyak almond atau baby oil, minyak safflower sebagai tujuan umum, dan minyak zaitun sebagai tujuan masak.

Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan mempersiapkan bahan tanaman yang akan digunakan dan wadah bisa berupa seperti botol bekas selai atau sejenis botol lainnya yang dipastikan steril dari kotoran maupun bau.

Kemudian kamu bisa memasukkan tanaman ke dalam botol dan campurkan dengan jenis minyak sesuai dengan kebutuhan pemanfaatannya diatas hingga penuh dengan perbandingan 1:2. Misalkan jika bahan tanaman ekstraksi yang digunakan sebesar 1 cangkir maka campuran minyak yang digunakan adalah 2 cangkir.

Setelah itu, tutup botol tersebut rapat-rapat dan letakkan pada suhu udara yang hangat, seperti di samping jendela rumah agar mudah terkena paparan dari sinar matahari, atau bahkan bisa diletakkan ke dalam lemari yang hangat.

Cukup dengan membiarkan botol tersebut dalam waktu beberapa hari saja, sampai bahan dari tanaman ekstrak berubah menjadi warna cokelatan. Setelah proses tersebut telah selesai, maka kamu bisa mencoba untuk mengecek bau aromanya apakah sudah sesuai yang telah diinginkan atau belum.

Jika aromanya belum sesuai dengan apa yang diinginkan maka kamu bisa saring kembali minyak yang ada di dalam botol dan menggantinya dengan bahan tanaman ekstrak yang baru sampai kekuatan aroma ektraks tumbuhan tersebut sesuai apa yang diinginkan.

Write a Comment